kita bebas mencintai, bebas memilih obyek untuk dicintai. entah mencintai hewan, benda, sesama jenis, ataupun lawan jenis.
mencintai kini menjadi hal yang sangat sensitif dalam kehidupan sosial, entah jika sudah dari dulu, ataupun sudah diciptakan sedemikian. terlebih jika kaitannya dalam hubungan berpasangan.
sesuatu yang sesungguhnya sangat kompleks, sehingga disini saya hanya ingin berpacu dalam persepsi saya yang egois ini.
mencintai seseorang seharusnya didasari rasa ikhlas, meskipun sering terasa tak impas.
mencintai setau saya merupakan brahmana, sebuah puncak. bukan kambing hitam. bukan bumerang yang sering untuk kembali. hal yang meretas gravitasi. dipengaruhi indra.
siapa yang tau?
Sebuah besi yang terbuang, tentang seseorang yang mempunyai keinginan, tekat, maupun pendirian yang keras dan sudah berusaha sekeras mungkin namun pada akhirnya hanya terbuang. Iron that ultimately wasted.
Selasa, 13 Januari 2015
Senin, 05 Januari 2015
Saya takut menonton sebuah film
hiperbola. kau film yang menakutkan untuk ditonton. entah film horor, romantis, ataupun komedi. yang jelas bukan film aksi, karena aku takut beraksi. juga, entah berapa lama durasi film. yang jelas 2 tahun lebih aku takut menontonnya. sempat membaca review orang lain, tapi juga belum berani untuk menonton. sebuah film dapat menimbulkan banyak persepsi yang berbeda.
kau menakutkan tidak tau caranya menaklukan.
kau menakutkan tidak tau caranya menaklukan.
Langganan:
Komentar (Atom)